Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Trik Belanja di Pasar Kaget atau "Sogo jongkok"

Jumat, Juli 18, 2008

Minggu pagi belanja di pasar kaget (klo d Bandung bisa di Gasibu) atau "sogo jongkok" (klo d Jakarta di Tanah abang/kawasan Lanmark dan kuningan) atau pasar kaget sejenisnya dikotamu bisa jadi selingan menyenangkan. Bahkan, bukan tidak mungkin kamu akan menemukan barang-barang keren berharga miring namun dengan kualitas yang tak kalah dengan barang-barang di mal.

Saya pernah mengalaminya sendiri, ada sodara yg nitip sweater buat anaknya (umur 2 th dan 5 th) dan dia bilang begini padaku " sweaternya yg bagus seperti yg ada d FO-FO itu lho...tapi yg murah ya!". Lha mintanya seperti yg ada d FO tapi kok minta yg murah (capee deh), yasudah iseng2 ke Gasibu e nemu orang yg jual sweater rajut berbahan dasar wol (bentuk, warna, dan gambar yg ada d sweaternya lucu2). Semua harga sweater dipatok 25 ribuan, bener2 ga bisa ditawar lagi dong, tiap kali ditawar pasti yg jual jawab gini "Mba coba lihat di FO deh! pasti ga ada yg harganya segini padahal barangnya sama persis". Yasudah daku mengalah dan membeli titipan sodaraku sambil dalam hati bertekad untuk membuktikan ucapan si pedangang tersebut "awas aja klo sampe aku nemu yg lebih murah dari daganganmu ini" hahaha dendam banget sih ngga...cuma penasaran aja. Ealah ternyata yg dagang bener lho, suatu hari pas k DSE (Dago stock Export) dan Heritage, daku menemukan sweater yg sama persis dengan yg kubeli di gasibu itu namun harganya Rp 85.000 saja sodara-sodara. Harga d FO memang lebih mahal karena diselaraskan dengan tempat dan suasana belanja. Tapi buat kamu-kamu yg tidak berkantong tebal, hunting di tempat2 seperti gasibu itu emang pilihan yg tepat hehehe.

Jeng-jeng...yang kamu butuhkan saat belanja di pasar kaget, "sogo jongkok", dan sejenisnya adalah kelihaian menawar dan kesabaran memilih barang. Berikut ini saya kasih trik untuk kamu-kamu yg ingin berbelanja di tempat tersebut:

1. Datanglah sepagi mungkin. Karena barang-barangnya masih komplit. Sapa tau kamu dikasih keringanan dalam membayar, klo istilah keren mereka adalah "buat penglaris, neng."

2. Atau malah sebaliknya, datanglah saat pasar mau tutup. Biasanya pedagang lebih memilih melepas sisa dagangannya daripada membawa pulang. Kerugiannya adalah kamu bakal tidak punya banyak pilihan barang.

3. Penawaran bisa anda mulai dari 50% harga yang ditawarkan. Bahkan klo kamu berani (baca: tahan mental diomelin penjual), tawarlah hingga 70%. Namun banyak juga pedagang yg sudah mematok harga barang dagangan (seperti cerita diatas), hal itu biasanya dikarenakan: barang dagangannya unik atau doi males ribet dalam hal tawar menawar dan harganya emang standarnya segitu...paten!

4. Jangan ngotot dan terlihat ngebet (biarpun kamu naksir banget tuh barang, jaim dong! jual mahal demi kelancaran menawar). Santai saja. Kalau pedagangnya terlihat alot mempertahankan harga, tinggalkan tempat itu dengan santai. Biasanya, doi akan penasaran (sapa tau juga geregetan ;p) dan memanggil kamu kembali. Eh tapi pernah juga lho...aku pengen banget tuh barang namun daku "sok cuek" dalam menawar...pake jurus maen pergi aja saat harga yg kutawarkan tidak di ACC, dalam hatiku "ayo mas, panggil aku dong!" hueks...centil pisan ;p Ealah bneran ga dipanggil dong hiks...hiks..Sebelum pulang akhirnya balik lagi k tempat itu dan mas-nya rese itu bilang "tuh kan mba...cape muter dimana-mana emang ga ada sendal yg kaya gini, bla...bla...bla". Huh gengsiku termakan oleh sesuatu yg kutaksir itu (sendal, ya! bukan mas yg jual).

5. The last but not least, pilih dengan cermat barang yg kamu beli dan jangan berharap kamu bisa mengembalikannya jika sesampai di rumah kamu menemukan cacat pada barang tersebut. karena belum tentu pedagang itu akan mau atau kembali berjualan di tempat yg sama keesokan harinya. Pengecualian dalam hal jika cacat barang tersebut kamu tau saat membelinya, contoh: aku pernah membeli kaos polo yg reject gitu...kondisi masih bagus...cuma logo polonya ada di depan dan belakang kaos dong, hehehe...namanya juga "reject products of a factory" yang dijual dengan harga murah. Jadi, no problemo!

Nah, ibu-ibu...sekian tips dari saya. Tips ini dibuat dikarenakan banyaknya imel yg masuk dari pembaca (hayyah mulai ngarang ;p) untuk membagi tips saat berbelanja di pasar kaget atau "sogo jongkok"....hahahaha....dan juga untuk menganggapi tulisan teman saya yg ini.

Mematangkan terasi dengan praktis

Minggu, Mei 11, 2008

Suka terasi tidak? ada beberapa orang yang tidak suka terasi karena baunya. Klo saya sih suka2 aja apalagi klo dibuat sambal terasi (baik yg mentah maupun sambal bajak) dan nasi goreng terasi...mmmh..sedap! Terasi adalah hasil olahan udang kecil yang difermentasikan selama 2-3 hari, kemudian dihaluskan bersama garam lalu dikeringkan (bener ga sih? ada yang mau nambahin?). Setahu saya, di pasaran terasi dijual mentah dan matang. Yang mentah dijual dalam kemasan plastik atau dibungkus daun pisang kering, yang matang dijual botolan.

Kata mama, terasi sebaiknya dimatangkan terlebih dahulu agar aroma masakan lebih harum dan masakan tidak terasa 'mentah'. Cara mematangkan terasi yang praktis adalah digoreng dengan sedikit minyak, disangrai, atau dipanggang. Bungkus terlebih dulu terasi dengan selembar daun pisang jika dipanggang agar terasi tidak gosong. Terasi yang dimatangkan dengan cara dikukus membuat tidak kering (lembab), aromanya kurang harum, dan mudah berjamur.

Biasanya mamaku mematangkan terasi dalam jumlah banyak, ditaruh dalam wadah kedap udara, dan disimpan dalam lemari (atau lemari pendingin jika suka) agar aroma dan mutu terasi matang tetap terjaga. Jika kita memasak dan membutuhkan terasi dalam campurannya tinggal pake aja deh terasi yg ada di toples, praktis kan? Yak...sekian tips dari saya ibu-ibu...selamat mempraktekkan :D

Culture Believe in Indonesia

Jumat, April 18, 2008

kamu percaya kepercayaan2 jaman baheula ga? Dulu waktu aku kecil, mama ato mbah sering banget mencekoki aku akan hal itu. Contohnya adalah saat aku makan di depan pintu pasti deh beliau teriak "jangan makan di depan pintu, nanti susah dapet jodohnya" trus klo makan nasi yg ditaruh diatas cebok eh cobek pasti diomelin, katanya "nanti pas manten ujan gede lho" aahh...si mama nih apa2an sih, kan saat itu aku masih SD mana kepikiran soal jodoh dan manten (nikah) sgala. Pas nyapu lantai juga gitu, katanya "kalo nyapu dalam rumah itu dari depan (ruang tamu) ke belakang supaya rejekinya lancar, klo kebalik itu sama aja nolak rejeki" Aelaaa...padahal, mana ada orang nolak rejeki ya?

Aku sih sebenernya tidak terlalu percaya hal2 tersebut, namun demi menyelamatkan kuping dari omelan mama ya sudah lebih baik aku ngalah...hehe. kalo dipikir-pikir, terlepas dari bener tidaknya hal tersebut, itu semua ada tujuan baiknya. Tapi ribet ih aturan2nya. Sepertinya culture believe yg berkembang jaman dulu adalah bertujuan untuk memberi rambu-rambu dalam "bertata-krama" yang baik. Sebenernya sering banget hal2 tersebut kualami waktu kecil dimana tradisi jawa masih kental. Tapi begitu mbah meninggal dunia dan aku beranjak dewasa hal tersebut udah ga "nggepek" bagiku. Dah kebal sih..dah bisa "njawab" klo dibilangin hehehe...habisnya suka ada2 aja, harus rasional dong ;p Tapi klo mengingat hal2 yg akan terjadi jika kita melanggarnya, ada beberapa diantaranya yg efeknya menyeramkan :(

Oya ini ada beberapa culture believe yg sering didengungkan saat aku masih kecil, dan kata temen2ku d Sunda juga ada culture believe beginian:

1. Janganlah berfoto dalam jumlah ganjil ==> ini paling terkenal nih
Do not take picture in odd numbers. It is said that one in that picture will dead soon, usually someone in the middle of that picture.

2. Janganlah anda duduk ditengah pintu waktu turun hujan lebat ==> ya dingin dong, ntar bisa sakit.
Do not sit in the middle of the door when it is rain because you will be struck by thunderclap.

3. Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih ==> tuh inget say, ngasihnya berlian ato duit aja yaa...
Do not give a handkerchief to your mate (boyfriend or girlfriend). It will cause discord without reason.

4. Janganlah memukul anak wanita pada pantat (bokong) ==> ya sakitlah...
Do not hit your daughter in her butt, later she will be hyper sex and always get quarrel with her husband.

5. Janganlah anda menyapu dimalam hari ==> lho bukannya ga blh menunda pekerjaan?
Do not sweep in the night because you will hard to get money (rejeki).

6. Janganlah anda memakan otak binatang ==> Kolesterol...kolesterol..
Do not eat animal brain, especially for children because, it is said that you will have gray hair early if you eat animal brain.

7. Janganlah anda makan didepan pintu ==> ngalangin jalan tau! mo nyuruh minggir aja kok ribet ;p
Do not eat in front of the door, later you will hard to get your mate.

8. Janganlah membuka payung dalam rumah ==> gentengnya bocor kalee..
Do not open an umbrella inside of the house because you will always get difficulty in your life.

9. Janganlah mendahului makan sebelum orang tua makan ==> nah, ini demi sopan santun sebenernya
Do not eat precede the elder because you will hard to get money (rejeki).

10. Janganlah anda tidur disore hari menjelang magrib ==> lha klo ktiduran gmn dong?
It is said that you will see devil in your dream or you will disturb by the devil if you sleep near maghrib.

Kema adalah nama kaktus mickey mouse-kuw

Jumat, April 11, 2008

Anda suka kaktus? ayo2 beli kaktus dibawah ini. Yg potnya warna merah bata harganya rata2 berkisar antara Rp 7.500 - Rp 20.000 dan pot yg warna hitam harganya Rp 10.000 ada yg dapet 3 dan ada yg dpt 4, itu semua tergantung model tanemannya. Ayo2 dipilih...dipilih... :))
hehehe...kaktus2 ini bisa anda beli di Lembang. Jika anda berwisata ke Lembang, tanaman kaktus2 seperti ini banyak dijual disana.





































Dan akhirnya aku punya tanaman kaktus sekarang, Yippie! Kaktusku ini kuberi nama kema mouse (kaktus dari maribaya yg mirip mickey mouse) :D
Taneman ini kubeli seharga 10.000 yg kata temenku itu kemahalan krn ternyata harganya bisa d tawar :( hiks2 jd nyesel?
Ah ga juga...wong belinya cuma 1 jd ga tega jg nawarnya karna klo inget kerja si penjual utk merawat atau bisa menghasilkan taneman ini pastilah tdk mudah dan perlu usaha jadi yaa...itung2 menghargai usahanya :D ini fotonya:


Tapi pas dlm perjalanan plg, kupingnya patah satu hiks2 sedih deh :(
Tp akhirnya kusambung aja pake lidi :D lumayanlah bisa diliat mpe semingguan lg kira-kira sebelum dia membusuk :(


Ada yg bilang klo merawat kaktus itu susah2 gampang. Gampang karena nyiramnya cukup seminggu sekali tp susah karena tdk segampang yg kita kira dia bs bertahan hdp dlm wkt yg lama. "Nyiramnya cukup 5 sendok makan, 1x seminggu" kata ponakanku. Thanks de'...mari kita lihat selama apa si kema bisa hidup bersamaku :)

Oh yaa..ini ada foto2 kaktus dari Narpen saat dia maen ke Puncak (makasih fotonya ya). Tukang kaktusnya kreatif lho, ada yg pake dikasih mata dan pita2 sgala...lucu jg sih:




Filatelis n Her stamps

Kamis, Desember 20, 2007


Bagi saya perangko merupakan benda unik dan menarik. Sehingga membuat saya ingin mengoleksinya. Jujur saja, sebenarnya saya hanya pengumpul perangko amatiran, terkadang nilai filateli dari perangko saya mungkin sudah berkurang, karena kurangnya perawatan dan sebagainya (termasuk minimnya perlengkapan filateli yang saya miliki agar kegiatan filateli dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengurangi nilai dari benda filateli yang kita miliki. Antara lain kaca pembesar, album perangko, pinset, engsel perangko yang berfungsi untuk melekatkan perangko ke dalam albumnya, katalog, dsb. Namun saya hanya memiliki kaca pembesar dan album perangko doang, karena memasukkan perangko k dlm album pun cukup pake tangan tanpa pinset :D). Bagi saya pribadi, minimal punya koleksi-koleksi perangko yang suatu saat bisa dilihat-lihat dan dijadikan kenangan serta pembelajaran buat anak dan cucu....hehehe.

Sudah hampir 7 tahun saya tinggalkan hobi ini, tidak fokus lagi dan tidak begitu terfikir lagi. Kalaupun dapat perangko, dikumpulkan saja tetapi tidak begitu antusias seperti dulu lagi. Dunia filateli memang sudah lama saya geluti sejak masih duduk di bangku SD kelas 4. Saya mengumpulkan prangko bekas maupun baru. Perangko-perangko tersebut saya dapatkan dari pemberian temen ortu dan sodara, tukar-menukar dengan teman, koresponden, mengumpulkan amplop surat bekas dari mana saja untuk diambil perangkonya :D atau bahkan berburu di kantor pos pusat untuk mendapatkan prangko keluaran terbaru. Saya hanya memiliki empat album perangko besar.

Selama hunting perangko meninggalkan kenangan yg tak terlupan. Mulai dari "ngemis" (meminta-minta) perangko ke sodara, tetangga, atau teman ortu...sapa ajalah yang kenal dan baik hati memberikan perangko pada saya :D hingga waktu kecil dulu suka diledekin sama tetangga ato sodara yg lagi pergi ke luar kota/luar negeri "oleh-olehnya perangko aja ya?" dan tentu saja kuanggukin dg hati gembira :) Kemudian adik dan teman-temanku ikut-ikutan mengoleksi perangko -saingan sih, tp ga sampe sikut-sikutan, paling cuma rebutan :D- tapi asyiknya adalah saat kita tukar-menukar perangko, kita jadi tambah akrab dan banyak wawasan yg kita dapatkan dari benda mungil tersebut.

Jaman SD dulu saya suka banget koresponden dengan teman-teman yg saya dapatkan alamatnya dari majalah anak-anak. Dari koresponden tersebut kita bisa saling bertukar pengalaman, informasi, cindera mata, dan tentunya PERANGKO!! jadul banget ya? klo skarang kan dah jamannya e-mail ;p Begitu masuk SMP -skrg SLTP- teman korespondensiku meluas, ketika SD hanya dari Indonesia yg cuma beda kota ato propinsi aja, menjadi beda negara dan benua. Dengan berbekal bahasa inggris yg pas-pasan (halah...kaya skarang kaga aj ;p) saya surat menyurat dengan teman-teman yg ada di luar negeri, berawal dari Malaysia, Philipina, Brunei, Australia, Inggris, dll. Kami saling bertukar cerita, perangko, uang logam & kertas, kartu pos, dll. Namun sekarang sudah tidak berlanjut, hubungan kami berhenti begitu saja tanpa kata putus :D

Waktu kelas 6 SD saya gabung IFI (Ikatan Filateli Indonesia) -klo ga salah inget nama organisasinya yaa hehe- di PT Pos Indonesia yang ada di kotaku, Kediri. Saat itu saya menjadi anggota termuda. Makanya setelah 3x pertemuan saya langsung hengkang dan tdk balik lagi. Ga ada temen yg seumuran sih. Awalnya saya mau masuk situ karena dorongan ortu supaya penyaluran hobi lebih terarah. Namun meskipun hanya dari 3x pertemuan tersebut saya banyak menimba ilmu tentang filateli. Salah satunya adalah merawat koleksi perangko, yakni dengan cara:
1. Sebelum menyusun perangko bekas ke dalam album, pastikan bahwa kertas amplop tdk menempel dibelakangnya. Jika masih ada kertas amplopnya maka cara membersikannya adalah direndam dengan air hangat sebentar saja hingga perangko dan kertas amplop terpisah dg sendirinya. Setelah itu letakkan perangko diatas kertas koran dengan bagian bawah yg menempel di kertas koran dan bagian yg bergambar jangan sampai menempel di kertas lainnya karena akan membuat gambar terkelupas.
2. Sebelum menyimpan perangko ke dalam album, pastikan perangko dalam keadaan kering karena perangko yang basah dapat menyebarkan jamur kepada semua perangko anda yg ada dalam satu album.
3. Letakkan album perangko di tempat kering dan terjaga. Jangan di tempat yg lembab!
4. Jika kamu menemukan jamur di dalam lembar halaman album perangkomu segera lap dengan tisu basah dan tunggu hingga kertas mengering. Ambil kapur barus yg sudah digerus halus dengan tisu kering sedikit saja dan oleskan diatas kertas album perangko yg berjamur tadi. Cara ini bisa digunakan untuk mencegah album perangko beserta isinya berjamur ataupun dimakan rayap.

Mengoleksi perangko memang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan ketelitian. Sejak masuk SMA saya jadi tidak rajin mengurus perangko-perangko koleksiku lagi, makanya saya sudah tidak ingat lagi dari negara mana saja dan tahun berapa perangko-perangko yg sudah berhasil saya kumpulkan :( Padahal dengan melihat koleksi perangko yang beraneka gambar, warna, dan bentuknya yg lucu juga imut, aku jadi bahagia :) terutama jika perangko tersebut kudapatkan dg perjuangan 45.....phew...benar2 memuaskan!!

 
© 2008 - KeTeBeLeCe designed by TNB